Selasa, 07 Mei 2019
15 hal yang membatalkan puasa
1. Menyikat Gigi
Sebenarnya menyikat gigi sewaktu berpuasa masih menjadi kontroversi antara boleh atau tidak, karena setiap ulama dan ustaz berpendapat berbeda. Beberapa ulama mengatakan kegiatan menyikat gigi saat puasa adalah makruh dan bisa membatalkan puasa, terutama pada saat sebelum waktu Zuhur hingga Asar. Namun, tidak bisa dipungkiri jika pada saat berpuasa akan menghadapi masalah bau mulut.
2. Merasakan Masakan
Merasakan atau mencicipi masakan akan membatalkan puasa, karena secara tidak langsung seseorang telah merasa dari suatu makanan. Meskipun kemudian mengeluarkan atau meludahkan masakan tersebut, namun kita tidak pernah tahu seberapa tetes yang tertelan. Ini menjadi problema tersendiri bagi ibu-ibu karena mereka harus yakin kelezatan makanan tersebut dengan mencicipinya. Beberapa ulama menyatakan mencicipi masakan hukumnya makruh.
3. Berkumur saat puasa
Seperti halnya sikat gigi saat berpuasa, berkumur juga dapat membatalkan puasa. Apalagi jika aktivitas berkumur tersebut dilakukan dengan berlebihan ketika cuaca sangat terik.
4. Muntah Disengaja
Muntah yang disengaja adalah ketika seseorang merasa mual atau tidak enak badan, lalu memaksa memuntahkan sesuatu dari perutnya, baik itu dengan (maaf) memasukan jari ke mulut atau menggerakan perutnya. Namun jika muntahnya karena sakit, tidak membatalkan puasa.
5. Merokok
Kenapa merokok membatalkan puasa? Padahal kita tidak memasukan apapun ke dalam perut kita saat merokok. Mungkin ada pertanyaan seperti itu. Merokok dianggap membatalkan karena aktivitas merokok seseorang mampu melepaskan rasa lapar dan dahaga.
6. Berhubungan Badan
Berhubungan badan atau berhubungan suami istri membatalkan puasa, karena tujuan utama puasa adalah menahan hawa nafsu. Sedangkan berhubungan badan adalah aktivitas melampiaskan hawa nafsu.
7. Ejakulasi
Hampir sama dengan poin 6, Ejakulasi atau onani bisa membatalkan puasa karena termasuk aktivitas melampiaskan hawa nafsu. Bahkan masih tahap berpikir kearah itu juga bisa membatalkan puasa.
8. Berenang
Sebenarnya berenang tidak diharamkan pada saat berpuasa. Namun yang menjadi masalah adalah tentang menjaga agar air tidak masuk kedalam tubuh kita. Jadi supaya kita tidak ragu-ragu apakah air kolam renang masuk ke tubuh kita (saat berenang), lebih baik tidak usah berenang selama bulan Ramadan. Toh, itu hanya 30 hari saja.
9. Menstruasi
Kaum wanita yang sedang menstruasi tidak boleh, bahkan diharamkan untuk berpuasa. Jadi apabila seorang wanita sudah makan sahur dan niat berpuasa, namun tiba-tiba keluar darah menstruasi, maka puasanya sudah dianggap batal. Mereka bisa menggantikannya di bulan lain.
10. Terlalu Emosi
Disamping hawa nafsu, kita juga perlu menahan emosi atau kemarahan selama berpuasa. Jika seseorang yang sedang berpuasa tidak mampu mengekang emosi (marah-marah secara kasar), maka puasanya batal. Dan jika orang itu tetap melanjutkan puasanya, maka dia hanya sekedar menahan lapar dan dahaga tanpa mendapat pahala.
11. Murtad
Murtad adalah berpaling atau keluar dari agama Allah. Seseorang yang sudah keluar dari agama Allah, maka puasanya dianggap batal.
12. Nifas
Seorang wanita yang sedang mengalami masa nifas (keluarnya darah dari organ kewanitaan selama sekitar 2 bulan) maka tidak diwajibkan untuk berpuasa. Sebagaimana juga dengan menstruasi atau haid, wanita yang sedang nifas bisa menggantikan puasa Ramadan di bulan lain.
13. Tidak Berakal Sehat
Puasa diperuntukan bagi kaum Muslim yang berakal sehat. Bagi mereka yang sakit rohani atau tidak berakal sehat (gila), tidak diwajibkan berpuasa.
14. Terpancing Gairah
Beribadah puasa artinya menahan hawa nafsu mulai dari terbit fajar sampai matahari terbenam. Bahkan hanya dengan berpikirpun tetap dianggap tidak bisa menahan hawa nafsu. Sebagaimana poin 6 dan 7, jika kita tidak bisa mengekang gairah karena suatu hal (memperhatikan lawan jenis secara berlebihan atau melihat suatu pornografi) maka puasa kita dianggap batal.
15. Daya Tahan Tubuh Turun
Kondisi seseorang yang daya tahan tubuhnya menurun karena sakit tidak diwajibkan berpuasa. Hal itu dikarenakan seseorang yang sakit perlu mendapat asupan gizi dari makanan untuk mengembalikan kondisi tubuhnya seperti semula.
Pengertian Ramadhan
Ramadan juga diromanisasikan sebagai Ramazan, Ramadhan, atau Ramathan) adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam, dan dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia dengan puasa (saum) dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad menurut keyakinan umat Muslim. Perayaan tahunan ini dihormati sebagai salah satu dari rukun Islam. Bulan Ramadan akan berlangsung selama 29–30 hari berdasarkan pengamatan hilal, menurut beberapa aturan yang tertulis dalam hadits.
Kata Ramadan berasal dari akar kata bahasa Arab ramiḍa atau ar-ramaḍ, yang berarti panas yang menghanguskan atau kekeringan. Puasa Ramadhan dalam hukumnya merupakan fardhu (diwajibkan) untuk Muslim dewasa, kecuali mengalami halangan untuk melakukannya seperti sakit, dalam perjalanan, sudah tua, hamil, menyusui, diabetes atau sedang mengalami menstruasi. Kewajiban berpuasa pada bulan Ramadan turun pada bulan Sya'ban tahun kedua setelah hijrahnya umat Muslim dari Mekkah ke Madinah. Bulan Ramadan diawali dengan penentuan bulan sabitsebagai pertanda bulan baru.Selama berpuasa dari pagi hingga petang, Muslim dilarang untuk makan, minum cairan apapun, merokok, dan berhubungan seksual. Selain itu, mereka diperintahkan untuk menghindari perbuatan dosa untuk menyempurnakan pahala puasa, seperti berkata yang jelek (seperti menghina, memfitnah, mengutuk, berbohong) dan berkelahi. Makanan dan minuman dapat disediakan setiap hari, yakni ketika sebelum Matahari terbit (Subuh) hingga terbenamnya Matahari (Magrib). Pendekatan spiritual (taubat) ketika bulan Ramadan ramai dilakukan. Berpuasa bagi Muslim saat Ramadan biasanya diikuti dengan memperbanyak salat dan membaca Al-Quran.
Langganan:
Postingan (Atom)
